Sepenggal Kisah di Karimun Jawa
Mendapat kesempatan untuk mengunjungi tempat wisata terbaik di Indonesia tentu tidak akan saya lewatkan. Menghabiskan waktu untuk bercengkrama dengan alam Karimun Jawa sungguh sebuah momen terindah dalam hidup.
Travel Long Distances
Akhir pekan terakhir bulan September yang lalu, saya dan beberapa rekan sepakat untuk mengunjungi Karimun Jawa yang oleh beberapa orang disebut lokasi diving terbaik nomor dua setelah Raja Ampat, Papua. Berangkat tepat pukul 19.00 WIB dari terminal Rawamangun, Jakarta, kami tiba pukul 06.30 WIB keesokan harinya di pelabuhan Jepara, Jawa Tengah. Kapal Ferry KMP Muria telah menunggu untuk mengantarkan kami menuju Karimun Jawa. Read more…
Pohon Tua
Sebuah pohon tua besar berdiri ditengah terpaan hujan dan badai.. Berusaha tetap tegar menjaga rimbun daunnya agar tak terbawa angin yang menghembus kencang..
Namun tanpa ada angin pun daun itu jatuh jua, dan hilang entah kemana.. Mengikuti naluri egoisnya yang hanya sesekali menoleh ke belakang..
Dengan segala kebimbangan, pohon tua melepas sang daun dengan do’a agar segera menemukan pohon muda untuk tempat bernaung..
Sampai daun itu kembali, pohon tua itu sudah tak ada.. Yang tersisa hanya bekas akar yang mungkin juga akan segera hilang..
Namun bekas akar itu masih hangat.. Sehangat do’a yang tiap hari Ia panjatkan untuk sang daun yang berkelana mencari arti kehidupan..
Menteng, 7 November 2011
Fadly Molana
Hey Kau!!
Kau, yang dulu pernah memberikan harapan.. Kau, yang dulu pernah membangkitkan cita-cita… Kemana kau sekarang?
Kenapa harapan itu kau berikan kepada orang lain? Kenapa cita-cita itu kau bagi dengan orang lain?
Sekarang aku baru tahu, antara hati dan mulutmu terpisah dua jalur yang berlawanan..
Kuakui aku sakit, namun tak akan berlarut-larut..
Hey kau! Bedebah dengan cerita lalu tentang kita!
Bukan waktu yang salah karena telah mempertemukan kita.. Tapi niat yang salah dan kekanak-kanakkan pikiran kau yang salah..
Selamat! Semoga kau hancur disana!
Menteng, 30 Oktober 2011
Fadly Molana
Tak Lagi Istimewa
Kala itu kurasa gemuruh gairah menggetarkan seluruh sendi rangsangku.. Aura erotis menggelinjang menembus tebalnya benteng keimanan..
Kau pernah menggerayangi hatiku.. Membuat dengus nafas tertahan kenikmatan.. Wangi tubuhmu memacu adrenalin untuk merampas jantung kehormatan yang tersisa..
Panas.. Ya, panas terasa ketika berfantasi bersenggama di padang tandus denganmu..
Tapi tak bisa kurasa lagi aroma itu. Perlahan tapi pasti, puncak kenikmatan yg pernah aku rasa kau bagi dengan orang lain..
Aku termenung meratapi sisa-sisa wewangian yang turut serta pergi..
Namun itu dulu.. Kini aura itu tak lebih hanya rayuan sepintas yang kutengok pun tidak.. Kau tak lagi istimewa..
Menteng, 27 Oktober 2011
Fadly Molana
Sang Galau
Ia termenung dibalik jendela, menatap hujan yang terus menyapanya. “Temani aku..” bisik hujan. “Aku tak mampu..” ujarnya lirih..
Segala nelangsa menyeruak hatinya ketika awan mulai menangis.. Membasahi rimbun daun yang sudah terlepas dari pangkalnya..
Namun Ia percaya, rinai hujan akan terbalas olah cahaya bulan.. Dengan bersenjatakan pedang, Ia akan menari untuk menyambut kesendirian..
Ia telusuri jalan setapak itu, menuju tempat pujaannya berdiri.. Dengan harapan semoga jantung hatinya masih disana..
Matahari mulai tenggelam dibalik gedung pencakar langit, yang sejak siang tadi sudah bersembunyi dibalik awan hitam.. “Selamat datang malam..” ucapnya..
Sang Galau pun berjalan dengan langkah pasti namun gontai..
Menteng, 26 Oktober 2011
Fadly Molana
Diam…
Diam tanpa kata, diam tanpa bicara.. Memetik sunyi bukan hampa.. Menanti rayuan suara yang familiar.. Berkawan irama degup jantung dan derasnya desir aliran darah..
Kosong, hanya fatamorgana yang ada.. Hanya terdengar suara denting sadar menggunting diruang hening..
Kapan Ia kembali? Hampir habis rasa ini.. Hanya berharap kepada detak menemukan bentuk yang tak retak..
Dunia maya, 13 Oktober 2011
(Fadly & Indri)
Some People Say…
Some people say “my life, my rules!” Try saying that to someone who you love.. See what will happen…
Some people say “This is my life! Do not interfere!” Try saying that to your parents.. See what will happen..
Menteng, 4 Oktober 2011
Fadly Molana
Profesi Itu Disebut Pekerja, Bukan Jurnalis
Beberapa waktu yang lalu ketika sedang asik di kantor, tidak sengaja saya membaca status BBM teman. Dengan menggunakan huruf kapital dan tanda seru yang banyak, status itu tertulis, “INFOTAINMENT BUKAN JURNALIS!!!”. Saya bertanya-tanya ada apakah gerangan? Tak lama berselang teman saya itu mengadu kepada saya, Ia bercerita kalau Ia baru saja bersitegang dengan wartawan infotainment. Masalah bermula ketika saat mewawancarai narasumber, yang kebetulan saat itu adalah penyanyi Afgan, ada wartawan infotainment yang berkata “dahuluin infotainment dong!”. Sontak saja ucapan itu membuat geram wartawan yang lain. Singkat cerita, acara berakhir tanpa ada kesempatan wawancara bagi wartawan news.
Kenapa tiba-tiba saya menulis tentang ini? Karena selama saya menjadi seorang wartawan, ini bukanlah yang pertama terjadi. Banyak kasus lain yang bahkan sampai harus merelakan pertemanan mereka berakhir hanya karena masalah sebutan “apakah infotainment adalah jurnalis?”.
Sekarang saya ingin merunutkan masalah ini, untuk saat ini kita sepakati dulu bahwa infotainment adalah jurnalis. Apa tugas utama seorang jurnalis? Mencari, mengolah sampai menyampaikan informasi kepada khalayak banyak. Sampai disini, infotainment masih tergolong kategori “jurnalis”. Jika kita runut lagi, informasi yang seperti apa yang disampaikan kepada khalayak banyak? Banyak sekali unsur-unsur berita atau informasi, salah satunya adalah faktual atau fakta. Apakah infotainment masih tergolong “jurnalis” mengingat mereka yang selalu memberitakan gosip? Read more…








Komentar Terakhir